Jika ada pertanyaan

Baca newsletter terbaru

Dibawah ini adalah contoh tanya-jawab di opini-kedua.com dimana pengguna mengkonsultasikan ayahnya yang didiagnosa kanker lambung. Dari contoh tanya-jawab ini, anda bisa melihat bagaimana dokter membantu memberikan pendapatnya secara terperinci. Walaupun banyak menggunakan istilah-istilah kedokteran, karena tanya-jawab dilakukan secara tertulis, pengguna bisa membaca penjelasan tersebut secara perlahan dan kalau perlu memeriksa istilah-istilah tersebut di internet.

Tips supaya anda bisa mendapatkan jawaban yang tepat dan memuaskan:

  • Jelaskan kondisi dan riwayat penyakit pasien dengan lengkap

  • Jelaskan hasil diagnosa dan pengobatan yang telah diberikan dokter pegangan anda

  • Berikan hasil-hasil pemeriksaan yang telah dilakukan (check darah, check kencing, USG, CT/MRI/X-Ray)

  • Tuliskan pertanyaan anda dengan jelas dan mudah dimengerti

Sekitar bulan Oktober tahun lalu, ayah saya demam terus menerus selama dua minggu. Ayah dibawa ke rumah sakit dan setelah pemeriksaan darah, ditemukan bahwa sel darah merah, haemoglobin, dan hematocritnya rendah, sedangkan sel darah putihnya tinggi (hasil pemeriksaan terlampir). Sedangkan dari hasil Roentgen tidak ditemukan kelainan apa-apa.

Setelah itu, dokter melakukan pemeriksaan dengan Gastrointestinal endoscopy dan CT scan. Dokter menemukan ada tumor/kanker di lambung. Saya lampirkan data-data pemeriksaan tersebut. Hasil pemeriksaan patologi menyebutkan jaringan adalah adenoma (tumor jinak). Tetapi menurut dokter, kemungkinan besar adalah adenocarcinoma (tumor ganas).

Setelah beberapa hari dirawat di rumah sakit, demam ayah saya turun dan nilai pemeriksaan darahnya balik normal. Dokter menganjurkan untuk melakukan operasi lambung sebagai tindakan lanjutan. Saya ingin berkonsultasi apakah diagnosa kasus ayah saya ini sudah benar, dan tindakan pengobatan apa yang sebaiknya saya ambil. 

Pertama saya akan menuliskan pandangan saya mengenai hasil-hasil pemeriksaan yang anda lampirkan.

1. Hasil pemeriksaan Gastroscopy (endoskopi lambung)

Tumor berbentuk ulkus (luka/borok) yang menginfiltrasi membran lambung dengan diameter sekitar 5 cm ditemukan di kardia (bagian lambung di bawah kerongkongan). Bagian bawah ulkus tidak beraturan dan batasnya tidak jelas, dan bagian sekelilingnya roboh sebagian, yang dianggap sebagai kanker lambung stadium lanjut. Secara terpisah, tumor submukosa lambung berukuran 10 mm ditemukan di bagian bawah lambung.

2. Hasil pemeriksaan Colonoscopy (endoskopi usus besar)

Ditemukan wasir internal. Tidak ada lesi lain yang ditemukan.

3. Hasil pemeriksaan Patologi

Meskipun hasil pemeriksaan patologi menyebutkan tumor tersebut sebagai "adenoma dan tidak ganas," hasil endoskopi dengan jelas menunjukkan bahwa lesi tersebut adalah adenokarsinoma. Saya kira diagnosis patologis ini sepertinya tidak benar. Ada kemungkinan jaringan yang diambil waktu untuk pemeriksaan patologi tidak tepat.

4. Hasil CT abdomen (perut)

Kanker lambung stadium lanjut ditemukan sepanjang kardia hingga bagian tubuh lambung. Terlihat kelenjar getah bening di sekitar lambung membengkak, menunjukkan kemungkinan adanya metastasis ke kelenjar getah bening.

Berdasarkan uraian di atas, kemungkinan besar terdapat kanker lambung stadium lanjut pada di daerah kardia, disertai metastasis ke kelenjar getah bening. Saya perkirakan kanker tersebut tergolong stadium IIIA, atau golongan T4aN1M0 menurut klasifikasi TNM.

Untuk tindakan lanjutan, saya menganjurkan untuk dilakukan laparoskopi (operasi dengan membuka lubang kecil di perut) terlebih dahulu untuk memastikan ada atau tidaknya penyebaran peritoneal (penyebaran ke selaput perut).

Jika tidak ada penyebaran peritoneal, tumor dianggap stadium IIIA, dan biasanya dilakukan operasi pengangkatan lambung (gastrektomi), entah sebagian (bagian kardia saja) atau secara keseluruhan. Setelah itu ada kemungkinan dilanjutkan dengan kemoterapi.

Jika terjadi penyebaran, tumor dianggap stadium IV dan kecil kemungkinan bisa diobati. Kemoterapi biasa diberikan tanpa operasi pengangkatan lambung. Jika tumor tumbuh membesar, dan makanan tidak bisa lewat, biasanya akan dilakukan pemasangan stent di bagian kardia.

Demikian penjelasan dari saya. Semoga bisa membantu.

Terima kasih dokter atas penjelasannya yang jelas. Saya akan mencoba mencari dokter dan rumah sakit yang bisa melakukan laparoskopi dulu.

Sementara itu saya ingin bertanya juga. Apakah kanker lambung ini termasuk penyakit keturunan? Soalnya saudara tua ayah saya juga dulu didiagnosa kanker lambung dan sekarang telah meninggal.

Berdasarkan pengertian ilmu pengetahuan sekarang, kanker lambung tidak berhubungan dengan keturunan. Sebagian besar disebabkan oleh helicobacter pylori. Tapi karena tinggal bersama dan punya kebiasaan yang sama (misalnya suka makanan yang asin-asin), sering satu keluarga sama-sama tertular helicobacter pylori dan tumbuh menjadi kanker lambung.

(2 minggu kemudian)

Terima kasih dokter. Ayah saya sudah menjalani laparoskopi. Menurut hasilnya, sayang sekali ditemukan penyebaran peritoneal seperti yang dokter jelaskan dulu. Jadi dokter disini juga berkata cuma bisa melakukan kemoterapi sebagai tindakan pengobatan. Saya akan menjalaninya dulu dan melihat perkembangannya.

kanker lambung

Contoh Konsultasi
Kanker Lambung